Laki-Laki juga Butuh Skincare!
Perempuan dan perawatan kecantikan adalah dua hal yang menurut banyak orang sulit dipisahkan. Berbicara mengenai perempuan, adalah juga bicara mengenai kecantikannya. Untuk itu, tuntutan untuk selalu tampil cantik akan selalu mengikuti sosok perempuan. Stereotype mengenai perawatan kecantikan hanya ditujukan kepada perempuan. Sedangkan, kesehatan kulit dan penampilan pada pria juga dibutuhkan, karena perilaku grooming yang dilakukan laki-laki juga akan menimbulkan penolakan oleh teman pria lainnya. Pandangan buruk terhadap perilaku merawat diri pada laki-laki sering dikaitkan dengan anggapan bahwa laki-laki tersebut mengarah pada sifat feminin karena memiliki selera estetik dengan selalu berdandan dan merawat tubuhnya. Salah satu esensi yang dapat diterima adalah Male Grooming. Male grooming atau biasa disebut dengan laki-laki berdandan merupakan perilaku merias dan merawat diri dengan menggunakan produk kosmetik yang dilakukan oleh laki-laki. Kategori produk kosmetik laki-laki bukan hanya digunakan pada bagian wajah saja, namun salah satu bentuk dari grooming yaitu penggunaan produk perawatan tubuh. Tujuan dari perilaku male grooming adalah untuk meningkatkan kenyamanan, perasaan senang, dan kepercayaan diri.
Laki-laki menggunakan produk kosmetik untuk mengubah maupun meningkatkan penampilannya, produk kosmetik laki-laki pada awalnya berupa perawatan rambut, seperti shampoo. Laki-laki remaja yang melakukan kegiatan merawat diri dipengaruhi oleh faktor permasalahan kulit sehingga menimbulkan rasa tidak percaya diri. Permasalahan kulit yang paling banyak dialami oleh laki-laki remaja, yaitu jerawat. Laki-laki berperilaku grooming menggunakan produk kosmetik untuk menangani kekurangan fisik dan menunjukkan kepedulian terhadap kondisi kulitnya, sehingga dapat mengubah penampilan lebih menarik. Penampilan diri yang baik akan berpengaruh terhadap kepercayaan diri dan meningkatkan daya tarik individu. Laki-laki dapat memerhatikan kepedulian dirinya dengan melakukan perilaku grooming agar terlihat mengesankan bagi orang lain. Faktor-faktor yang membentuk perilaku male grooming adalah self-image, health care, physical attractiveness, celebrity endorsement, dan social expectation (Cheng, dkk., 2010 & Khan, dkk., 2017).
Perlakuan diskrimitatif dapat didapatkan ketika kulit wajah yang tidak mulus, terutama saat mencari pekerjaan. Seseorang yang memiliki jerawat, bekas jerawat, bekas luka, tanda lahir atau sesuatu yang menjadikan wajah tidak terlihat mulus, menjadikan kemungkinan untuk dapat diterima di tempat kerja menjadi lebih sedikit. Saat bertemu dengan orang lain, wajah merupakan bagian yang pertama dilihat. Memiliki sedikit ‘cacat’ pada wajah misalnya seperti jerawat akan membuat perhatian dari lawan bicara dapat teralih menuju ‘cacat’ di wajahnya, sehingga dapat menurunkan penilaian terhadap calon pegawai. Oleh karena itu, baik wanita atau pria selalu mengharapkan kulit wajah yang bersih tanpa jerawat serta kulit putih cerah karena dituntut untuk lebih memperhatikan penampilannya. Maka dari itu perawatan wajah merupakan hal yang sangat penting dan menambah kepercayaan diri saat berhadapan dengan seseorang. Maka ketika seseorang ingin mencapai kepuasan pada bagian tubuhnya terutama pada bagian wajah, individu akan melakukan usaha-usaha untuk mencapainya, salah satu cara yang ditempuh adalah dengan melakukan perawatan kulit wajah atau sering disebut dengan istilah skincare.
Seseorang yang sudah merasa puas dengan tubuhnya terutama pada bagian wajah, puas terhadap yang dimilikinya akan lebih menghargai diri sendiri, lebih mensyukuri yang sudah dimilikinya, dan lebih percaya diri. Sebaliknya, apabila seseorang menilai penampilannya tidak sesuai dengan standar pribadinya, maka ia akan menilai rendah dirinya sehingga akan timbul dalam dirinya perasaan kurang, sering kali keadaan tersebut membuat dirinya tidak dapat menerima keadaan fisiknya seperti apa adanya sehingga citra wajah menjadi negatif.
artikel telah di posting di dunia kampus 4.0- :https://www.duniakampus40.net/
Komentar
Posting Komentar